Senin, 27 Maret 2023

TITRASI ASAM BASA

 TITRASI ASAM BASA

Titrasi adalah prosedur menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, larutan yang volumenya terukur direaksikan secara bertahap dengan larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar). Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi, titrasi dibedakan menjadi titrasi asam basa, titrasi pengendapan, dan titrasi redoks. Sobat Pintar, kali ini kita akan berfokus pada titrasi asam basa, yang tentunya tidak asing bagi kalian yang sudah duduk di kelas 11 IPA.

 

Pengertian Titrasi Asam Basa

Apa yang dimaksud dengan titrasi asam basa? Titrasi asam basa adalah penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang diketahui kadarnya. Atau sebaliknya, penentuan kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi.

Titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekivalen, yaitu keadaan saat asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Titik ekivalen umumnya dapat ditandai dengan perubahan warna dari indikator. Sementara itu, keadaan saat titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi.

Untuk memperoleh hasil titrasi yang tepat, maka selisih antara titik akhir titrasi dengan titik ekivalen harus diusahakan seminimal mungkin. Hal ini dapat diupayakan dengan memilih indikator yang tepat pada saat titrasi, yakni indikator yang mengalami perubahan warna atau trayek pH di sekitar titik ekivalen.

Sebagai contoh, pada label botol cuka makan umumnya terdapat informasi kadar cuka. Jika pada suatu botol cuka tertulis 25% asam cuka, bagaimana cara memastikan kebenaran kadar yang tertera tersebut?

Nah, penentuan kadar asam cuka dapat dilakukan dengan prosedur eksperimen menggunakan metode titrasi asam basa, Sobat Pintar.
Prosedur titrasi asam basa

1. Asam yang akan dititrasi dimasukkan dalam erlenmeyer, kemudian ditetesi indikator asam-basa yang sesuai dengan trayek pH.

2. Masukkan pentiter basa dimasukkan ke dalam buret, dan ditambahkan dalam erlenmeyer setetes demi setetes sambil menghitung berapa volume yang dibutuhkan.

3. Ketika warna indikator berubah, hentikan titrasi (titik akhir titrasi).

image article
Source: blog.ruangguru.com/apa-itu-titrasi-asam-basa

 

Perubahan pH pada Titrasi Asam Basa

Pada saat larutan basa ditetesi dengan larutan asam, pH larutan akan turun. Sebaliknya, jika larutan asam ditetesi dengan larutan basa, maka pH larutan akan naik. Jika pH larutan asam atau basa diplotkan sebagai fungsi dari volum larutan basa atau asam yang diteteskan, maka akan diperoleh suatu grafik yang disebut kurva titrasi.
Kurva titrasi asam basa menunjukkan perubahan pH larutan selama proses titrasi asam dengan basa, atau sebaliknya. Bentuk kurva titrasi memiliki karakteristik tertentu yang bergantung pada kekuatan dan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi.

Menggunakan Konsep Kemolaran Untuk Reaksi Kimia Dalam Larutan

Konsep kemolaran dan berbagai jenis reaksi kimia dalam larutan elektrolit, dapat digunakan pada perhitungan reaksi kimia dalam larutan.

Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa merupakan prosedur penting dalam analisis kimia untuk menentukan konsentrasi/kemolaran larutan asam/basa. Hal ini dilakukan demgan meneteskan larutan standar asam/basa yang kemolarannya sudah diketahui kedalam larutan asam/basa yang ke,olarannya akan ditentukan, menggunakan buret. Penambahan larutan standar dilakukan sampai mencapai titik ekovalen, yakni titik di mana asam dan basa habis bereaksi. Titik ekivalen dapat ditentukan menggunakan indikator yang harus berubah warna di sekitar titik tersebut. Titik di mana perubahan warnaindikator terjadi disebut titik akhir titrasi. Indiktor yang digunakan dalam titrasi adalah metil merah, bromotimol biru, dan fenolftalein.

Perhitungan Konsentrasi:
- Tulis persamaan reaksi antara larutan asam A dan larutan basa B
aA + Bb --> cC + dD + ...
- Nyatakan rumus untuk menghitung mol A dan mol B yang bereaksi

- Dari persamaan reaksi A dan B, perbandingan mol A dan mol B agar habis
bereaksi = a : b. Jadi diperoleh:

image article

Keterangan:
M = kemolaran asam A dan basa B
V = volum asam A dan basa B
a , b = koefisien reaksi asam A dan basa B

Perhatikan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan basa dengan menggunakan suaru larutan standar asam.

Jenis titrasi ada 4 macam, yaitu:
1. Titrasi asam kuat dan basa kuat
2. Titrasi asam lemah dan basa kuat
3. Titrasi basa lemah dan asam kuat
4. Tirasi asam lemah dan basa lemah

 

 

Contoh soal Stoikiometri Larutan

Gas amoniak dapat dihasilkan melalui persamaan reaksi berikut:

(NH4)2SO4 + 2KOH --> 2NH3 + 2H2O + K2SO4

Reaksi berlangsung pada 0 C, 1 atm. Volume gas amoniak, NH3, yang dihasilkan setelah 33 gram (NH4)2SO4 (Mr = 132) bereaksi adalah ….

A.   2,8 liter
B.   5,6 liter
C.   11,2 liter
D.   12,0 liter
E.   22,4 liter

Pembahasan
Karena diketahui massa (NH4)2SO4, kita tentukan dulu nilai mol dari amonium sulfat tersebut.

mol (NH4)2SO4 = gr/Mr
= 33/132 mol
= 0,25 mol

Selanjutnya kita tentukan mol NH3 dengan memanfaatkan kesetaraan antara koefisien dan mol.

mol NH3 = 2/1 x mol (NH4)2SO4
= 2 x 0,25 mol
= 0,5 mol

Reaksi berlangsung pada 0 C, 1 atm, berarti berlangsung pada keadaan STP (standard temperature and pressure), volume yang digunakan adalah volume STP, yaitu 22,4 liter.

volume NH3 = mol x volume STP
= 0,5 x 22,4 liter
= 11,2 liter

Jadi, volume gas amoniak yang dihasilkan adalah 11,2 liter (C).

Selasa, 01 Februari 2022

Tatanama Senyawa Kimia

TATANAMA SENYAWA KIMIA


1.       Tata Nama Senyawa Anorganik

a.       Senyawa biner

                Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun atas dua unsur saja.

Contoh : H2O, NaCl, CO2 dan CO.

1)      Tata nama senyawa biner dari unsur logam yang jenis muatannya hanya satu dengan nonlogam.

Senyawa yang unsur logam memiliki satu muatan, nama logam ditulis lebih dahulu diikuti dengan nama nonlogam, dan diberi akhiran ida.

                               Nama logam + Nama non logam + ida

 

 

 


Contoh:

NaCl                   = natrium klorida

Na2O                 = natrium oksida

Tabel 1. Nama-Nama Anion Monoatomik



2)      Tata nama senyawa biner dari unsur logam yang jenis muatannya lebih dari satu dengan nonlogam.

Ada dua cara :

                                Cara lama : sistem akhiran yaitu

-          unsur logam dinamai dengan nama Latin

-          unsur logam yang muatannya kecil diberi akhiran “o”

-          unsur logam yang muatannya besar diberi akhiran “i”

-          nama nonlogam diberi akhiran “ida”

-          Nama senyawa merupakan nama kation (unsur logam) diikuti nama anion (unsur nonlogam) dengan akhiran ida.

                                Cara baru : sistem Stock

-          unsur logam dinamai dengan nama Indonesia kemudian diikuti tanpa jarak besarnya muatan yang ditulis denagn angka Romawi dalam tanda kurung.

-          nama nonlogam diberi akhiran “ida”

-          Nama senyawa merupakan nama kation (unsur logam) diikuti nama anion (unsur nonlogam) dengan akhiran ida.

                Contoh :

Tabel 2. Penamaan senyawa biner unsur logam

Nama senyawa

Sistem akhiran

Sistem Stock

FeCl2

FeCl3

Fero klorida

Feri klorida

Besi(II) klorida

Besi(III) klorida

 

Tabel 3. Nama-Nama Kation



Sistem pemberian nama senyawa biner ini mengikuti dua cara :

2.       Tata Nama Senyawa Biner antara Dua Nonlogam 

                                Cara lama : sistem awalan yaitu

-          Sistem awalan dapat menunjukkan hubungan antara nama dan rumus dengan tepat,

-          nama nonlogam diberi akhiran “ida”

-          Sebutkan jumlah atom unsur pertama (logam) dalam bahasa Yunani

-          Sebutkan nama unsur pertama (logam)

-          Sebutkan jumlah atom unsur kedua (non logam) dalam bahasa Yunani

-          Sebutkan nama unsur kedua (non logam)

-          Berikan akhiran –ida

-          Untuk awalan mono pada nonlogam pertama  ditiadakan.

Jumlah atom unsur dinyatakan dalam bahasa Yunani, sebagai berikut:

1 = mono

3 = tri

5 = penta

7 = hepta

9 = nona

2 = di

4 = tetra

6 = heksa

8         = okta

10=  deka

                                Cara baru : sistem Stock

-          Sedangkan sistem stock ternyata tak selalu dapat menampakkan hubungan nama dan rumus.

-          Unsur logam kemudian diikuti tanpa jarak besarnya tingkat oksidasi yang ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung.

-          Nama nonlogam diberi akhiran “ida

Contoh :

                                Tabel 4. Rumus molekul dan tata nama beberapa senyawa

Rumus molekul

Sistem awalan

Sistem Stock

SO3

CO2

CF4

Sulfur trioksida

Karbon dioksida

Karbon tetrafluorida

Sulfur(VI) oksida

Karbon(IV) oksida

Karbon(IV) fluoride

 

b.      Senyawa poliatomik

Tabel 5.penamaan Anion Poliatomik


Kation

Anion

Rumus senyawa

Rumus

Ba2+

Fe2+

Cu+

OH-

­SO42-

SO42-

Ba(OH)2

FeSO4

CuSO4

Barium hidroksida

Fero sulfat

Cupro sulfat

Penamaan senyawa AxBy yang terbentuk dari kation Ax+ dan anion By- disebut nama kation diikuti nama anion seperti contoh penamaan senyawa poliatomik pada tabel berikut ini :

 

1)      Tata Nama Asam

Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air, mempunyai nama asam. Rumus kimia asam umumnya terdiri dari atom hidrogen (sebagai ion H+) dan senyawa anion yang disebut sisa asam. Asam adalah senyawa molekul, bukan senyawa ion. Nama anion sisa asam sama dengan asam yang bersangkutan tanpa kata asam.

Contoh : H3PO4 nama asamnya asam fosfat, rumus sisa asamnya PO4-

2)      Tata Nama Basa

Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Larutan basa bersifat kaustik (licin seperti bersabun) dan rasanya agak pahit. Pada umumnya basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH-. Nama basa sama kationnya yang diikui kata hidroksida.

Contoh : NaOH namanya Natrium Hidroksida.

3)      Tata Nama Garam

             Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam.

Contoh : NaNO3 namanya natrium nitrat

                              Al2(SO4)3 namanya aluminium sulfat


Senin, 31 Januari 2022

PEMBAHASAN SOAL TRYOUT KIMIA

SOAL DAN PEMBAHASAN TRYOUT UJIAN SEKOLAH KIMIA 

 1. Perhatikan perubahan materi berikut! 
 1). Besi berkarat 
 2). Lilin meleleh 
 3). Air mendidih 
 4). Pembuatan tapai 
 5). Foto sintesis. 
 Perubahan diatas yang termasuk contoh perubahan kimia adalah.... 
A. 1), 2), dan 3) 
B. 1), 3), dan 5) 
C. 1), 4), dan 5) 
D. 2), 3), dan 4) 
E. 2), 3), dan 5) 

Pembahasan: 
1) Besi berkarat merupakan contoh perubahan kimia 
2) Lilin meleleh merupakan contoh perubahan fisika 
3) Air mendidih merupakan contoh perubahan fisika 
4) Pembuatan tapai merupakan contoh perubahan kimia 
5) Fotosintesis merupakan contoh perubahan kimia 
Jadi, yang merupakan contoh perubahan kimia adalah nomor 1), 4), dan 5) (C) 

2. Perhatikan beberapa pernyataan berikut! 
 (1) Hanya mampu menjelaskan sepektrum atom hydrogen 
 (2) Tidak mampu menjelaskan sepektrum atom-atom berelektron banyak 
 (3) Tidak dapat menerangkan alasan elektron tidak jatuh ke dalam inti 
 (4) Bertentangan dengan teori gelombang elektromagnetik Maxwell 
 (5) Jarak elektron dengan inti terlalu jauh sehingga tidak ada gaya sentripetal 
Kelemahan teori atom Rutherford ditunjukkan oleh angka…. 
A. (1) dan (2) 
B. (1 )dan (3) 
C. (2) dan (5) 
D. (3) dan (4) 
E. (4) dan (5) 

Pembahasan: 
Yang termasuk kelemahan model atom Rutherford 
 (3) Tidak dapat menerangkan alasan elektron tidak jatuh ke dalam inti 
 (4) Bertentangan dengan teori gelombang elektromagnetik Maxwell 
 Jawaban (D) 

3. Unsur X termasuk unsur transisi dan memiliki notasi ₂₆X⁵⁶. Konfigurasi elektron unsur X adalah…. A. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 3d⁸ 
B. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s¹ 3d⁷ 
C. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d⁶ 
D. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s⁰ 3d⁸ 
E. 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵ 4s² 3d⁶ 

Pembahasan:
Jumlah elektron = 26 
₂₆X = 1s²2s²2p⁶3s²3p⁶4s²3d⁶ Jawaban (C) 

4. Jika unsur A (nomor atom 7) dan B (nomor atom 17) berikatan, struktur Lewis yang benar adalah ….





















Pembahasan: 
₇A = 1s² 2s² 2p³ = 2, 5 elektron valensi = 5 
₁₇B = 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵ = 2, 8, 7 elektron valensi =7 
1 elektron valensi digambarkan dengan 1 titik. A elektron valensi 5 agar semuanya berpasangan dan memenuhi kaidah octet (elektron valensi 8) maka membutuhkan 3 elektron lagi. sedangkan B elektron valensi 7 agar semuanya berpasangan dan memenuhi kaidah octet maka membutuhkan 1 elektron lagi. Sehingga 1 atom A membutuhkan 3 atom B 
 Jawaban C 

5. Unsur X dan Y masing-masing mempunyai nomor atom 16 dan 9. Kedua unsur ini membentuk senyawa dengan rumus XY6. Bentuk molekul senyawa XY6 adalah …. 
 A. linear 
 B. tetrahedral 
 C. oktahedral 
 D. segitiga sama sisi 
 E. trigonal bipiramida 

Pembahasan: 
Tipe molekul adalah sebagai berikut: 
AXnEm 
Keterangan: A = atom pusat 
X = pasangan elektron ikatan (PEI) 
n = jumlah PEI 
E = pasangan elektron bebas (PEB) 
m = jumlah PEB 
Rumus menentukan pasangan elektron bebas (PEB) sebagai berikut :
EV = elektron valensi atom pusat 
X = jumlah pasangan elektron ikatan ( PEI) 

senyawa : 

konfigurasi atom pusat 16X = 2, 8, 6 
PEI = 6 sehingga tipe molekuk adalah AX6 (oktahedral) 
Jadi, jawaban benar adalah C. 

6. Perhatikan gambar pengujian daya hantar beberapa larutan berikut! *
Larutan yang bersifat elektrolit kuat dan lemah berturut-turut adalah …. 
A. 1 dan 5 
B. 1 dan 3 
C. 4 dan 5 
D. 1 dan 2 
E. 2 dan 3 

Pembahasan:
Larutan elektrolit kuat ditandai dengan nyala lampu yang terang dan terbentuk banyak gelembung. Pada percobaan di atas yang termasuk elektrolit kuat adalah gambar (1) dan (2). Larutan elektrolit lemah ditandai nyala lampu yang redup atau mati tetapi masih menghasilkan gelembung meskipun sedikit. Yang termasuk elektrolit lemah adalah gambar (4) dan (5). Sedangkan larutan nonelektrolit ditandai dengan lampu mati dan tidak ada gelembung (gambar 3). Jadi, larutan yang bersifat elektrolit kuat dan elektrolit lemah sesuai dengan opsi yang ada adalah gambar nomor 1 dan 5 (C). 

7. Perhatikan persamaan reaksi redoks berikut! 
Sn (s) + 4HNO₃ (aq) → SnO₂(s) + 4NO₂(g) + 2H₂O (l) 
Bilangan oksidasi dari zat oksidator dan hasil reduksinya berturut-turut adalah …. 
A. +1, SnO₂ 
B. +1, Sn 
C. +4, NO₂ 
D. +5, NO₂ 
E. +5, HNO₃ 

Pembahasan:
Jadi, bilangan oksidasi dari zat oksidator dan hasil reduksinya berturut-turut adalah +5, NO2. 
Jawaban D. 

8. Diketahui nama 5 senyawa sebagai berikut: 
1. PCl₅ = fosforus pentaklorida 
2. Fe₂O₃ = Besi oksida 
3. Al₂O₃ = aluminium oksida 
4. BaCl₂ = barium klorida 
5. Ca(OH)₂= kalsium hidroksida 
Dari data tersebut yang tidak sesuai dengan kaidah pemberian nama menurut IUPAC adalah... 
A. 4 
B. 2 
C. 5 
D. 3 
E. 1 

Pembahasan: 
1. PCl₅ = Fosforus pentaklorida 
 2. Fe₂O₃ = Besi (III) oksida 
 3. Al₂O₃ = Aluminium oksida 
 4. BaCl₂ = barium klorida 
5. Ca(OH)₂ = kalsium hidroksida 
Jadi data yang tidak sesuai dengan kaidah pemberian nama menurut IUPAC adalah nomor 2 (B) 

9. Data percobaan reaksi tembaga dengan sulfur membentuk tembaga (II) sulfida sebagai berikut: 
Berdasarkan data tersebut, perbandingan massa tembaga dan massa sulfur dalam tembaga (II) sulfida adalah …. 
A. 2 : 1 
B. 1 : 2 
C. 1 : 1 
D. 2 : 3 
E. 3 : 2 

Pembahasan: 

Menurut Hukum Kekekalan Massa yang disampaikan oleh Antoine Lavoisier, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Berpedoman pada hukum tersebut, percobaan pada tabel di atas yang memenuhi hanyalah percobaan nomor 3. 
  
 massa tembaga + massa sulfur = massa tembaga (II) sulfida 
 8 gram + 4 gram = 12 gram 

 Percobaan yang lain merupakan reaksi berlebih, artinya akan terdapat sisa pereaksi pada akhir reaksi.

 Sedangkan menurut Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust), perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. 
Sehingga perbandingan massa tembaga dan sulfur dalam senyawa tersebut adalah 

 massa tembaga : massa sulfur = 8 : 4 = 2 : 1 

 Jadi, perbandingan massa tembaga dan massa sulfur dalam tembaga (II) sulfida adalah 2 : 1 (A). 

10. Massa rata-rata satu atom unsur X adalah 3,82 × 10⁻²³ gram, sedangkan massa satu atom karbon (C-12) adalah 1,992 ×10⁻²³ gram. Massa atom relatif (Ar) unsur X adalah ...... *
Pembahasan:

11. Reaksi pembentukan Titanium (IV) florida berlangsung sebagai berikut:
      3TiO₂ (s) + BrF₃ (l) → 3 TiF₄ (s) + Br₂ (l) + O₂ (g)
      Bila 3.2 gram cuplikan yang mengandung TiO₂ menghasilkan 0.64 gram O₂, maka persentase massa TiO₂ dalam cuplikan tersebut adalah…. (Ar. Ti : 48, O : 16, F : 19, Br : 80)
A. 15 %
B. 25 %
C. 50%
D. 70%
E. 75%

Pembahasan:

Reaksi di atas belum setara, maka disetarakan terlebih dahulu:
3 space TiO subscript 2 space open parentheses straight s close parentheses end subscript space plus space 4 space BrF subscript 3 space open parentheses straight l close parentheses end subscript space rightwards arrow space 3 space TiF subscript 4 space open parentheses straight s close parentheses end subscript space plus thin space 2 space Br subscript 2 space open parentheses straight l close parentheses end subscript space plus space 3 space straight O subscript 2 space open parentheses straight g close parentheses end subscript
Mol space straight O subscript 2 equals massa over Mr equals fraction numerator 0 comma 64 space gram over denominator 32 end fraction equals 0 comma 02 space gram   
Karena koefisien straight O subscript 2 dan koefisien TiO subscript 2 sama, maka mol TiO subscript 2 sama dengan mol straight O subscript 2 yaitu 0,02 mol
maka massa space TiO subscript 2 equals mol cross times Mr equals 0 comma 02 cross times 80 equals 1 comma 6 space gram
percent sign TiO subscript 2 dalam cuplikan equals fraction numerator 1 comma 6 over denominator 3 comma 2 end fraction cross times 100 percent sign equals 50 percent sign
Kunci Jawaban C

12. Massa jenis suatu larutan CH₃COOH 5,2 M ialah 1,04 g/L. Jika Mr CH₃ COOH = 60, serius larutan ini ditetapkan dalam % berat asam asetat ialah ... 
A. 36%
B. 30%
C. 24%
D. 18%
E. 40%

Pembahasan: 

Diketahui: M = 5,2 M

ρ = 1,04 g/L

Mr = 60

Ditanya: % berat….?








13. Saat ini banyak sekali jenis bahan bakar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut disajikan data bahan bakar dan bilangan oktan. *

Berdasarkan data, bahan bakar dengan mutu paling baik adalah .....Berdasarkan data, bahan bakar dengan mutu paling baik adalah .....
A. Pertamax Plus
B. Pertalite
C. Premium
D. Pertamax
E. Pertamax Turbo

Pembahasan:
Semakin tinggi bilangan oktan maka semakin bagus kualitas bensin. Dari tabel dapat dilihat bahwa yang memiliki nilai oktan paling tinggi adalah Pertamax Turbo. Jawaban (E)

14. Tabel berikut berisi data hasil penyulingan fraksi-fraksi minyak bumi. *
Pasangan data yang berhubungan dengan tepat adalah ….
Pasangan data yang berhubungan dengan tepat adalah ….

A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Pembahasan:
Mari kita satu per satu setiap pernyataan di atas!
  • Bahan bakar mobil adalah bensin. Bensin tersusun dari hidrokarbon rantai lurus mulai dari C7 (heptana) sampai C11. [nomor 1 salah karena C3 dan C4 berwujud gas]
  • Bahan bakar pesawat jet adalah avtur (aviation turbine). Bahan bakar jet merupakan campuran dari beberapa senyawa hidrokarbon yang berbeda. Kisaran jumlah atom C adalah 8 – 16 (jenis kerosin) dan 5 – 15 (jenis nafta). [nomor 2 salah]
  • Bahan bakar industri yang umumnya menggunakan mesin diesel adalah solar. Solar mempunyai kisaran jumlah atom C antara 16 – 20. [pernyataan 3 benar]
  • Pengerasan jalan biasanya menggunakan aspal. Aspal merupakan fraksi minyak bumi yang paling akhir (residu) dengan jumlah atom C di atas 20. [nomor 4 benar]
Jadi, pasangan data yang berhubungan dengan tepat adalah nomor 3 dan 4 (E).


15. Pembakaran 32 gram metana (Mr = 16) dalam kalorimeter menyebabkan suhu kalorimeter naik dari 25,5 °C menjadi 90,5°C. Jika kalorimeter berisi 4 liter air dan massa jenis air = 4,2 J g⁻¹ °C⁻¹ serta kapasitas kalor kalorimeter dianggap nol, maka entalpi pembakaran gas metana tersebut adalah…kJ mol⁻¹.
A. -546
B. -273
C. +273 
D. +546
E. -1.092


Pembahasan:

Dik

Massa CH4= 32 gram(Mr=16)

Δt=65°C

Volume air= 4L

C=0

Dit ΔHc CH4??

Jwb

Ingat !!

Massa jenis air adalah 1gr/ml=1kg/L

Kalor Jenis air=4,2 J g⁻¹°C⁻¹

Massa air = 4kg= 4000g

Maka

Q =MCΔt

    =4000×4.2×65

    =1,092,000 =1092 kj

Mol CH4=32/16=2 mol

ΔH=-Q/n

ΔH=-1092/2

ΔH=-546kj/mol

Jawaban (A)

16. Perhatikan kalor reaksi pembentukan air berikut! *

Pada penguapan 2 mol air dari tubuh diperlukan energi sebesar ….

Pada penguapan 2 mol air dari tubuh diperlukan energi sebesar ….

A. 570 kJ

B. 484 kJ

C. 242 kJ

D. 86 kJ

E. 43 kJ


Pembahasan: 

Penguapan adalah perubahan wujud air dari fase cair ke fase gas.

H2O (l) → H2O (g)

Berdasarkan grafik di atas, perubahan entalpinya adalah

ΔH = ΔHhasil − ΔHpereaksi
       = −242 − (−285)
       = −242 + 285
       = 43

Nilai 43 adalah energi yang diperlukan pada penguapan 1 mol air. Untuk penguapan 2 mol air diperlukan energi dua kalinya.

ΔH = 2 × 43
       = 86

Jadi, energi yang diperlukan dalam penguapan 2 mol air adalah 86 kJ (D).


17. Data energi ikatan rata-rata:    

C═C : 607 kJ/mol;    

C─H : 415 kJ/mol    

H─Cl : 432 kJ/mol;    

C─Cl : 330 kJ/mol;    

C─C : 348 kJ/mol    

Besarnya entalpi reaksi CH₂═CH₂ + HCl --> CH₃CH₂Cl  adalah ....

A. -312 kJ/mol

B. -54 kJ/mol

C. +54 kJ/mol

D. +100 kJ/mol

E. +312 kJ/mol


Pembahasan:

Agar lebih mudah gambarkan reaksi tersebut menjadi seperti berikut.

Jawaban B



18. Perhatikan bagan reaksi 4 gram pualam CaCO3 dengan larutan HCl pada masing-masing wadah berikut! *
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh suhu terdapat pada gambar nomor…..
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh suhu terdapat pada gambar nomor…..
A. (1) terhadap (2)
B. (1) terhadap (3)
C. (2) terhadap (4)
D. (3) terhadap (4)
E. (4) terhadap (5)

Pembahasan:
A. (1) terhadap (2)
Sama-sama konsentrasinya 2 M, yang membedakan adalah kepingan dan serbuk, serta suhunya berbeda. Berarti yang memengaruhi laju reaksinya adalah luas permukaan dan suhu.
B. (1) terhadap (3)
Sama-sama berbentuk kepingan, yang membedakan adalah konsentrasi dan suhunya. Berarti yang memengaruhi laju reaksinya adalah konsentrasi dan suhu.
C. (2) terhadap (4) 
Sama-sama berbentuk serbuk dan suhunya juga sama, yang membedakan adalah konsentrasinya. Berarti yang memengaruhi laju reaksinya adalah konsentrasi.
D. (3) terhadap (4)
Konsentrasi dan suhunya sama, yang membedakan adalah kepingan dan serbuk. Berarti yang memengaruhi laju reaksinya adalah luas permukaan.
E. (4) terhadap (5)
Sama-sama berbentuk serbuk dan konsentrasinya juga sama, yang membedakan adalah suhu. Berarti yang memengaruhi laju reaksinya adalah suhu.

Jadi, laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh suhu adalah (4) terhadap (5) Jawaban E.


19. Data hasil percobaan laju reaksi:
      2NO (g) + 2H₂ (g) → N₂ (g) + 2H₂ (g) + 2H₂O (g) *
Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah…
Berdasarkan data tersebut orde reaksi total adalah…
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Pembahasan:

Orde reaksi terhadap NO, bandingkan V3 dengan V4.

Orde reaksi terhadap H2, bandingkan V2 dengan V1



Jadi orde totalnya adalah m + n =2 + 1 =3 Jawaban C

20. Dalam suatu ruang 1 liter pada suhu T°C terdapat dalam keadaan setimbang 2 mol NH₃, 1 mol O₂, 1 mol N₂ dan 2 mol H₂O menurut persamaan reaksi    
4NH₃ (g)+3 O₂ (g)⇔2 N₂ (g)+6 H₂O (g)    
Harga tetapan kesetimbangan reaksi (Kc) pada suhu tersebut adalah….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 8

TITRASI ASAM BASA

 TITRASI ASAM BASA Titrasi adalah prosedur menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, larutan yang volumenya terukur direaksikan secara ...